jump to navigation

Ayah dan Ibu, Biarkan Saya Bersepeda Sepuasnya… Februari 10, 2009

Posted by abdinagoro in Celoteh Akhir Minggu, Tidak terkategori.
Tags: , , ,
trackback

 

 

spedaan

Kring kring naik sepeda

Sepedaku roda dua

Ku dapat dari ayah

Karena rajin bekerja…

 

Mungkin Anda pernah mendengar lagu itu ketika masih kanak-kanak. Dan sambil mengendarai sepeda, kita menyanyikan lagu itu bersama teman-teman. Ya… bersepeda kini mulai kembali ramai digemari semua orang.

Baru minggu lalu, kawan-kawan saya dari komunitas Sepeda Untuk Sekolah (SUS) berhasil menyebarkan “wabah” bersepeda di kalangan anak sekolah. Tidak tanggung-tanggung sudah ratusan sepeda telah di sebar baik di sekitar Jabotabek maupun Surabaya… (Terima kasih mas Danang, mas Toto, mas Nanang, dan kawan-kawan semua atas usahanya).

Peristiwa ini mengingatkan saya akan pengalaman bersepeda. Sepeda pertama yang saya dapat tentu saja waktu masih SD, sehabis sunat! Jujur saja bersepeda menjadikan saya mengenal lingkungan tempat tinggal lebih luas lagi. Melewati gang-gang sempit di Dukuh Atas, sampai ke kuburan Karet. Atau kadang bersama kawan-kawan kecil sampai juga di Senayan atau Pasar Tanah Abang. Kulit bertambah hitam, semerbak harum bau matahari!

Begitu juga ketika menjalani SMP dan SMA, ketika harus tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Timur, bersepeda juga menyenangkan. Dua puluh empat kilometer total yang harus ditempuh pulang pergi dari rumah ke sekolah. Tapi bersepeda tetap asyik. Beriringan bersama teman seperjalanan, dengan pak tani yang membawa cangkul dan padi, dengan mbok-mbok penjual dagangan di pasar, tentu saja dengan kawan satu sekolah. Kadang-kadang rute perjalanan diubah biar tak membosankan, walau lebih jauh.

 

Mengenal Lingkungan dengan Sepeda

Satu hal yang pasti lewat kayuhan sepeda, saya punya lingkungan lebih jauh. Bisa mengenal orang-orang lebih banyak. Belajar berdisiplin, lewat bersepeda yang benar. Masa kecil menjadi lebih menyenangkan.

Kini tentu berbeda. Anak-anak banyak “dikurung” di dalam rumah. Hanya bermain komputer dengan game-nya atau play station. Banyak pula yang dibanjiri oleh mainan, atau tugas-tugas sekolah, sehingga anak tidak banyak bergerak. Padahal betapa banyaknya peristiwa, pelajaran, dan belajar hidup yang banyak didapat dari lingkungan yang lebih luas.

Bersosialisasi, belajar tertib berlalu lintas dan sekaligus berolah raga menjadi hasil dari bersepeda. Makin banyak mengayuh sepeda, makin jauh pula mengayuh hidup dan kehidupan.

Ayah dan Ibu, berilah saya sepeda. Biarkan saya bersepeda sepuasnya, biar bisa terbang seperti di film ET. Biarkan saya mengenal lingkungan lebih luas lagi..

 

 

 

Komentar»

No comments yet — be the first.