<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>[ B R A M ] Abdinagoro&#039;s Weblogs</title>
	<atom:link href="http://abdinagoro.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abdinagoro.wordpress.com</link>
	<description>Share Together, Growth Together...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Dec 2011 05:23:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abdinagoro.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>[ B R A M ] Abdinagoro&#039;s Weblogs</title>
		<link>http://abdinagoro.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abdinagoro.wordpress.com/osd.xml" title="[ B R A M ] Abdinagoro&#039;s Weblogs" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abdinagoro.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Peti Mati Pemasaran</title>
		<link>http://abdinagoro.wordpress.com/2011/06/09/peti-mati-pemasaran/</link>
		<comments>http://abdinagoro.wordpress.com/2011/06/09/peti-mati-pemasaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 03:23:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdinagoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh Akhir Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic Management]]></category>
		<category><![CDATA[bad symbol]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[nilai]]></category>
		<category><![CDATA[Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[peti mati]]></category>
		<category><![CDATA[superstition]]></category>
		<category><![CDATA[tahayul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdinagoro.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Peti mati yang dikirim ke berbagai tempat dan jumlahnya konon mencapai hampir 100 buah sempat membuat geger Jakarta. Polisi ikut turun tangan mengusutnya. Usut punya usut ternyata sebetulnya peti mati ini hanyalah sebuah “surat undangan” untuk acara peluncuran buku yang memang judulnya terdapat kata “Rest in Peace” alias kematian. Pengirimnya juga perusahaan pemasaran yang bergerak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=168&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2011/05/peti-mati_300_225.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-172" title="peti-mati_300_225" src="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2011/05/peti-mati_300_225.jpg?w=460" alt=""   /></a>Peti mati yang dikirim ke berbagai tempat dan jumlahnya konon mencapai hampir 100 buah sempat membuat geger Jakarta. Polisi ikut turun tangan mengusutnya. Usut punya usut ternyata sebetulnya peti mati ini hanyalah sebuah “surat undangan” untuk acara peluncuran buku yang memang judulnya terdapat kata “<em>Rest in Peace</em>” alias kematian. Pengirimnya juga perusahaan pemasaran yang bergerak dalam pemasaran mulut ke mulut.</p>
<p>Pemasaran dari mulut ke mulut (<em>word of mouth</em>) memang menjadi salah satu strategi penting dalam pemasaran. Selain lebih murah, efeknya bisa luar biasa besar. Efek yang besar dan cepat serta berdampak luas ini biasa disebut juga sebagai<em> Buzz Marketing</em>. Kalau dibilang “peti mati” itu apakah berhasil sebagai<em> buzz</em>, tentu jawabannya berhasil. Setidaknya berita muncul bertubi-tubi di media internet, belum lagi banyak orang terpancing untuk berkomentar seperti Dewan Pers, pakar komunikasi dan sosial, dua orang Wakil Ketua DPR, polisi, hingga Juru Bicara Presiden. Tetapi apakah efektif sebagai media pemasaran, jawabnya belum tentu.</p>
<p>Salah satu yang boleh dibilang menjadi kekurang hati-hatian adalah penggunaan peti mati itu sendiri. Peti mati adalah lambang atau simbol yang buruk (<em>bad symbol</em>) yaitu lambang kematian, seperti juga burung gagak hitam. Banyak juga simbol buruk lain yang masih dipercaya, seperti angka 13 atau 4, atau Friday 13th. Percaya atau tidak, simbol-simbol atau dapat dikatakan sebagai tahayul (<em>superstition</em>) masih banyak beredar di masyarakat kita, bahkan pada negara maju sekalipun seperti Amerika Serikat apalagi China.</p>
<p>Beberapa penelitian ilmiah yang juga terkait dengan pemasaran, juga membuktikan bahwa tahayul masih berpengaruh terhadap sebuah produk atau keputusan pembelian. Contohnya, masih banyak gedung yang tidak menyantumkan lantai 13 atau 4. Di Indonesia, mungkin masih tabu untuk menyewa atau membeli rumah di lokasi yang “tusuk sate”. Untuk konsumen di China, Hongkong dan Taiwan, dalam penelitian Mowen dan Carlson (2003), kepercayaan kepada tahayul masih tinggi. Angka, warna atau simbol menjadi salah satu alasan konsumen melakukan keputusan pembelian dan berpengaruh terhadap kepuasan dalam menggunakan produknya.</p>
<p>Yang juga menjadi kekurang hati-hatian berikutnya adalah masalah budaya (<em>culture</em>), nilai-nilai (<em>values</em>) dan etika (<em>ethics</em>) dimana simbol itu digunakan. Boleh jadi peti mati di belahan dunia yang lain menjadi semacam lelucon atau <em>joke</em>, tetapi belum tentu terjadi di tempat yang berbeda. Memahami budaya dimana akan dilakukan program pemasaran menjadi penting, agar program pemasaran berhasil dan tidak menjadi boomerang jika tidak berhasil.</p>
<p><strong>Simbol buruk vs Budaya</strong></p>
<p>Apakah simbol yang buruk (<em>bad symbol</em>) bisa digunakan dalam sebuah kampanye pemasaran? Jawabannya tentu bisa. Simbol yang bukruk bisa saja berhasil ketika seseorang atau perusahaan ingin menyampaikan pesan protes atau memboikot sesuatu. Keranda mayat yang mirip dengan peti mati yang datang ke instansi tertentu seperti DPR, ternyata tidak menjadi masalah ketika yang disampaikan adalah protes mengenai matinya demokrasi.</p>
<p>Tikus, yang bisa dianggap sebagai binatang yang kotor, seringkali digunakan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mengampanyekan gerakan anti korupsi. Tikus menjadi lambang dari koruptor dan semua orang menyetujui lambang tersebut. Artinya, ketika simbol yang buruk hendak digunakan dalam sebuah program pemasaran seperti iklan, maka hendaknya disesuaikan dengan konteks yang ingin disampaikan dan budaya lokal yang ada.</p>
<p>Strategi pemasaran yang tepat akan baik ketika budaya yang ada diperhatikan dan dipertimbangkan, apalagi di Indonesia yang sangat beragam etnis dan budaya, sehingga boleh jadi strategi pemasaran di satu propinsi atau wilayah akan berbeda dengan propinsi atau wilayah yang lain.</p>
<p><em>Buzz</em> adalah pendukung sebuah program pemasaran tetapi bukanlah sebagai bintangnya (<em>star</em>) pemasaran. Sebagai <em>buzz</em> boleh jadi sebuah pesan menjadi berhasil, tetapi belum tentu berhasil dalam menyampaikan misi sebuah perusahaan jika caranya tidak tepat. Pesan yang baik jika disampaikan dengan menggunakan simbol yang buruk bisa berakibat buruk.</p>
<p><em>dimuat di Harian KONTAN, 9 Juni 2011</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdinagoro.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdinagoro.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdinagoro.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdinagoro.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdinagoro.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdinagoro.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdinagoro.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdinagoro.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdinagoro.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdinagoro.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdinagoro.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdinagoro.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdinagoro.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdinagoro.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=168&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdinagoro.wordpress.com/2011/06/09/peti-mati-pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b084f46ae0833b5cc833fb762ce3e30d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdinagoro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2011/05/peti-mati_300_225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peti-mati_300_225</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etika dan Loyalitas Pelanggan</title>
		<link>http://abdinagoro.wordpress.com/2011/05/23/etika-dan-loyalitas-pelanggan/</link>
		<comments>http://abdinagoro.wordpress.com/2011/05/23/etika-dan-loyalitas-pelanggan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 08:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdinagoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Behavior]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Mega]]></category>
		<category><![CDATA[Citibank]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[Garuda Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Loyalitas Pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemasaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdinagoro.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Bulan-bulan ini, pelanggan di Indonesia, terutama pelanggan produk perbankan, mendapat kabar buruk mengenai layanan perbankan yang digunakannya. Citibank, Bank Mega merupakan bank-bank yang dikenal dan memiliki merek yang kuat dalam benak pelanggan yang kini bermasalah. Tidak sedikit pelanggan yang loyal terhadap merek atau bank tersebut. Namun kasus debt collector dan bobolnya rekening pada bank boleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=165&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2010/06/magic.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-166" title="magic" src="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2010/06/magic.jpg?w=460" alt=""   /></a>Bulan-bulan ini, pelanggan di Indonesia, terutama pelanggan produk perbankan, mendapat kabar buruk mengenai layanan perbankan yang digunakannya. Citibank, Bank Mega merupakan bank-bank yang dikenal dan memiliki merek yang kuat dalam benak pelanggan yang kini bermasalah. Tidak sedikit pelanggan yang loyal terhadap merek atau bank tersebut. Namun kasus debt collector dan bobolnya rekening pada bank boleh jadi membuat pelanggan mulai mempertimbangkan langkah atau tindakan terhadap bank-bank tersebut.</p>
<p>Perihal gagalnya layanan (service failure) sebetulnya juga pernah terjadi pada perusahaan bermerek kuat lainnya. Pesawat-pesawat Garuda Indonesia beberapa waktu lalu mengalami delay selama hampir 5 hari akibat adanya perubahan sistem informasi perusahaan tersebut. Akibatnya, berita mengenai kegagalan layanan ini segera cepat menyebar karena akses internet dan media sosial seperti Twitter dan Facebook dengan segera bisa menyebarkan dengan cepat informasi tersebut dan menjalar kemana-mana. Beragam komentar juga hujatan muncul dari konsumen.</p>
<p>Perusahaan-perusahaan yang disebut di atas merupakan perusahaan dengan reputasi merek yang baik, juga relatif memiliki banyak pelanggan yang loyal. Dengan gagalnya layanan tersebut, tentu menjadi pertanyaan, apakah pelanggan akan tetap menggunakan produk atau jasa perusahaan?</p>
<p>Membangun loyalitas memang tidak mudah dan tidak terwujud dalam waktu sekejap. Pelanggan memerlukan waktu dalam menaruh kepercayaan pada produk atau jasa perusahaan yang digunakan. Ketika kepercayaan itu muncul, selanjutnya pelanggan akan memberikan komitmennya untuk selalu menggunakan produk atau perusahaan tersebut. Itulah loyalitas. Dalam menjaga pelanggan untuk tetap menggunakan produk atau perusahaan, loyalitas merupakan level tertinggi dalam hirarki hubungan dengan pelanggan. Pelanggan yang memiliki loyalitas yang tinggi, tentu tidak akan mudah berpindah kepada produk atau perusahaan yang lain.</p>
<p>Walau secara teoritis loyalitas merupakan kondisi paling tinggi dari pelanggan, bukan berarti loyalitas tidak tergoyahkan. Hal yang membedakan antara industri jasa penerbangan dan jasa perbankan adalah persepsi nilai (value perception) dalam benak konsumen. Persepsi nilai pada industri perbankan lebih pada mengutamakan kerahasiaan, keamanan investasi, dan kepercayaan, sedangkan industri jasa penerbangan lebih pada tepat waktu dan keselamatan yang diutamakan. Persepsi nilai memiliki gaung yang lebih bermakna jika kemudian disandingkan dengan etika. Dengan demikian dalam benak konsumen maka industri perbankan harusnya “lebih beretika” dibandingkan dengan industri penerbangan. Kejadian kegagalan layanan tersebut tentu harus disikapi dengan segera oleh perusahaan.</p>
<p>Memang, langkah-langkah perbaikan dilakukan, meski dengan waktu tanggap yang berbeda, ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Garuda Indonesia misalnya, memberikan penjelasan dengan alasan perubahan sistem informasi, yang sebagian besar masih bisa diterima konsumen. Sedangkan pada perbankan, waktu tanggap relatif lebih lama sehingga konsumen mendapatkan berita yang simpang-siur dan tidak jelas, sehingga berkembang sentimen negatif terhadap bank yang bersangkutan.</p>
<p>Semestinya, perusahaan segera memberitahu konsumen apa yang terjadi seraya meminta maaf. Begitu juga perusahaan harus memberikan penjelasan harus masuk akal tanpa “gincu”, serta harus diberikan juga penjelasan bagaimana menangani masalahnya. Langkah-langkah ini, merupakan landasan bagi terbangunnya kepercayaan, dan merupakan cerminan tingkat komitmen antara perusahaan dengan konsumen. Sekali lagi, kepercayaan dan komitmen merupakan dasar dari loyalitas.</p>
<p><strong>Konsumen lebih berdaya</strong></p>
<p>Di tengah persaingan bisnis yang ketat, baik di industri perbankan dan jasa penerbangan, loyalitas mendapat tantangan yang luar biasa karena konsumen akan dapat dengan mudah berpindah ke perusahaan lain, karena pilihan dan tawaran begitu banyak. Meski merek yang kuat merupakan modal yang baik untuk membangun loyalitas, namun ketika bersentuhan dengan persepsi nilai dan etika hal itu belum tentu menjadi benar. Lingkungan perusahaan dalam sebuah industri yang dipersepsikan seharusnya memiliki nilai-nilai yang tinggi terhadap etika, juga mempengaruhi sikap konsumen.</p>
<p>Penilaian konsumen terhadap kegagalan layanan, apalagi yang terkait dengan etika sehingga kemudian berlanjut pada pertanyaan apakah perusahaan telah menjalankan usahanya dengan etis atau tidak, dapat meruntuhkan bangunan loyalitas yang didasarkan atas kepercayaan dan komitmen. Perusahaan boleh saja memiliki merek yang kuat, memiliki basis konsumen loyal yang besar, namun kegagalan layanan yang terkait dengan etika bisa mengubah dan menghancurkan segalanya. Konsumen dapat dengan segera berpaling pada perusahaan yang lain. Jangan lupa, kini konsumen adalah economic voter yang makin sadar dengan etika.</p>
<p>dimuat di Harian KONTAN 20 Mei 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdinagoro.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdinagoro.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdinagoro.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdinagoro.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdinagoro.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdinagoro.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdinagoro.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdinagoro.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdinagoro.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdinagoro.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdinagoro.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdinagoro.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdinagoro.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdinagoro.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=165&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdinagoro.wordpress.com/2011/05/23/etika-dan-loyalitas-pelanggan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b084f46ae0833b5cc833fb762ce3e30d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdinagoro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2010/06/magic.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">magic</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Retorika dan Mimpi Industri Pertahanan</title>
		<link>http://abdinagoro.wordpress.com/2010/05/03/retorika-dan-mimpi-industri-pertahanan/</link>
		<comments>http://abdinagoro.wordpress.com/2010/05/03/retorika-dan-mimpi-industri-pertahanan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 10:50:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdinagoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh Akhir Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic Management]]></category>
		<category><![CDATA[alutsista]]></category>
		<category><![CDATA[bumn]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[industri pertahanan]]></category>
		<category><![CDATA[pertahanan]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdinagoro.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah yang menaikkan anggaran pertahanan dan jaminan Presiden untuk memenuhi kebutuhan persenjataan bagi TNI memang patut diapresiasi. Boleh jadi ini merupakan jawaban terhadap persoalan banyaknya musibah dan ketidakberdayaan kita pada alat utama sistem pertahanan (alutsista) dua-tiga tahun terakhir. Meskipun menurut Juwono Soedarsono anggaran kita masih jauh dari Minimum Essential Force (MEF) yang besarnya kurang lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=157&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2010/05/alutsista2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-163" title="alutsista" src="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2010/05/alutsista2.jpg?w=460" alt=""   /></a>Pemerintah yang menaikkan anggaran pertahanan dan jaminan Presiden untuk memenuhi kebutuhan persenjataan bagi TNI memang patut diapresiasi. Boleh jadi ini merupakan jawaban terhadap persoalan banyaknya musibah dan ketidakberdayaan kita pada alat utama sistem pertahanan (alutsista) dua-tiga tahun terakhir. Meskipun menurut Juwono Soedarsono anggaran kita masih jauh dari <em>Minimum Essential Force (MEF)</em> yang besarnya kurang lebih Rp.120 Trilyun, tetapi dalam APBN 2010 anggaran untuk alutsista sebesar Rp.10,2 Trilyun perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya.<br />
Proyeksi Departemen Perindustrian yang menargetkan 5 tahun ke depan sektor alat penunjang ketahanan nasional menguasai pasar 60%-80% harus pula dicermati. Selain itu, dukungan dari semua pihak baik legislatif maupun eksekutif untuk mendorong terbangunnya industri pertahanan yang kokoh memang harus dibuktikan sehingga tidak akan dibilang hanya retorika belaka.</p>
<p><strong>Pasar Alutsista dan Strategi Kebijakan</strong><br />
Tentu kita tidak akan bicara tentang “industri” tanpa meninggalkan aspek pasar. Industri akan hidup jika pasarnya ada dan mendukung. Bila melihat besarnya belanja alutsista pada APBN 2010 dan bila dihitung belanja rata-rata Rp.7 Trilyun per tahun, maka dapat diperkirakan sebesar inilah jumlah maksimal pangsa pasar yang ada. Tentu ada sebagian dialokasikan untk alutsista impor. Tinggal penentu kebijakan yang semestinya menetapkan seberapa besar alutsista yang bisa disediakan oleh industri dalam negeri. Logikanya, jika ingin mengembangkan industri pertahanan lokal, maka porsi belanja alutsista lokal harus lebih dan makin besar. Namun, sekali lagi hal ini juga tergantung dari strategi kebijakan yang disusun.<br />
Penyusunan strategi kebijakan sendiri tampaknya juga masih dilakukan secara parsial dan terpisah-pisah.  Masing-masing institusi atau lembaga yang merasa terlibat dengan “industri pertahanan” ini memiliki konsep, rencana atau program sendiri-sendiri. Sebagai contoh, Departemen Perindustrian membuat inisiatif Konsep Revitalisasi Industri Alutsista, begitu juga dengan Departemen Pertahanan yang membuat Rencana Induk Industri Pertahanan. Belum lagi Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Selain itu, Kementerian Negara BUMN pasti ikut terlibat karena pada dasarnya pelaksana produksi adalah perusahaan-perusahaan di bawah kementerian ini, seperti PT. DI, PT. Pindad, PT. PAL Indonesia, PT. Bharata atau BUMN yang lain.<br />
Tentu jika ingin menciptakan sebuah industri pertahanan yang terintegrasi, pembagian tugas dan peran di antara institusi dan lembaga ini menjadi penting. Pertanyaan yang paling penting adalah siapa yang tepat menjadi pemegang kendali koordinasi?<br />
Koordinasi “satu atap” diperlukan karena dengan cara seperti ini akselerasi pengembangan industri pertahanan dapat dilakukan. Paling tidak, kendala-kendala pokok yang ada seperti sistem pengadaan dan birokrasi dapat dihilangkan. Begitu juga dengan terjaminnya pembiayaan industri alutsista dalam jangka panjang. Untuk itu Departemen Keuangan sebagai pemegang otoritas anggaran hendaknya bisa memberikan jaminan itu. Jaminan ketersediaan dana atau anggaran jangka panjang, setidaknya 5 tahun, juga merupakan prasyarat jika kita memang bercita-cita membangun “industri”.<br />
Kepastian dan jaminan anggaran akan membuat pelaku industri dapat mengetahui seberapa besar pangsa pasar atau kue industrinya. Dengan demikian pelaku industri juga dapat melakukan perencanaan dengan baik, baik untuk investasi maupun pengembangannya.</p>
<p><strong>Butuh Aksi Terobosan </strong><br />
Sebetulnya, upaya-upaya untuk membangun industri pertahanan bukannya tidak ada. Kebijakan pengadaan satu pintu lewat Departemen Pertahanan, merupakan langkah bagus karena dengan begitu data kebutuhan alutsista baik jenis dan kuantitasnya dapat diketahui secara tepat. Data ini dapat dijadikan dasar pijakan bagi pengembangan “industri” alutsista selanjutnya.<br />
Pengembangan produk dan teknologi industri alutsista lebih baik berorientasi ke dalam (<em>inward looking</em>), artinya fokus pada kebutuhan dan kemampuan memroduksi di dalam negeri. Sebetulnya kita nyaman pada posisi ini. Berbeda misalnya dengan industri pertahanan Inggris yang tergantung pada arah dan kebijakan induk pakta pertahanannya (NATO) dan kebijakan luar negeri yang ”ekspansif”, Indonesia relatif bertolakbelakang dengan hal ini, artinya pengembangan untuk kebutuhan sendiri rasanya akan diterima oleh masyarakat internasional.<br />
Langkah berikut yang harus dipertimbangkan adalah tingkat kedalaman teknologi (<em>level of technology</em>) yang ingin dikembangkan oleh industri ini. Komponen-komponen yang memiliki teknologi tinggi (<em>sophisticated technology</em>) sudah pasti mesti diimpor akibat tuntutan peralatan yang sudah lebih dulu ada tidak dapat dihindari. Tetapi apabila saat ini kita hanya mampu pada level teknologi madya (<em>middle technology</em>) maka fokus produksi dan pengembangan industri alutsista kita perdalam pada level ini.<br />
Sepantasnya ada satu lembaga yang berfungsi sebagai koordinasi strategi kebijakan dan pengembangan industri alutsista. Akan sangat baik jika lembaga ini berada langsung di bawah Presiden. Power yang kuat diperlukan, selain memerlukan ikatan koordinasi yang kuat juga karena eksekusi keputusan akan lintas Departemen. Lembaga ini juga memiliki kewenangan mengajak  institusi riset seperti perguruan tinggi yang harus dapat dilibatkan dalam pengembangan riset teknologi terapan yang link-in dengan industrinya.<br />
Sudah banyak yang bermimpi, kita memiliki industri pertahanan lokal yang kuat. Semoga saja tidak ada jargon NATO <em>no action talk only</em>!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdinagoro.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdinagoro.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdinagoro.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdinagoro.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdinagoro.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdinagoro.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdinagoro.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdinagoro.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdinagoro.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdinagoro.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdinagoro.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdinagoro.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdinagoro.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdinagoro.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=157&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdinagoro.wordpress.com/2010/05/03/retorika-dan-mimpi-industri-pertahanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b084f46ae0833b5cc833fb762ce3e30d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdinagoro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2010/05/alutsista2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alutsista</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PSSI, Konsumen dan Reformasi Organisasi</title>
		<link>http://abdinagoro.wordpress.com/2010/02/23/konsumen-dan-reformasi-organisasi/</link>
		<comments>http://abdinagoro.wordpress.com/2010/02/23/konsumen-dan-reformasi-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 08:43:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdinagoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Behavior]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic Management]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Organisation Behavior]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdinagoro.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Perilaku Hendri yang beberapa waktu lalu ngetop lantaran ikut menggiring bola ke gawang kesebelasan Oman banyak mendapat sorotan. Bahkan dalam dunia maya, komentar dan dukungan kepadanya banyak bermunculan. Kebanyakan komentator itu merasa bahwa Hendri telah mewakili perasaan dan keinginan semua penonton dan pencinta sepakbola untuk melihat majunya persepakbolaan di tanah air. Hendri dianggap dapat mewakili [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=146&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://abdinagoro.wordpress.com/2010/02/23/konsumen-dan-reformasi-organisasi/logo%20pssi/' title='Logo%20PSSI'><img data-attachment-id='149' data-orig-size='372,400' data-liked='0'width="139" height="150" src="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2010/02/logo20pssi.jpg?w=139&#038;h=150" class="attachment-thumbnail" alt="Logo%20PSSI" title="Logo%20PSSI" /></a>

<p>Perilaku Hendri yang beberapa waktu lalu ngetop lantaran ikut menggiring bola ke gawang kesebelasan Oman banyak mendapat sorotan. Bahkan dalam dunia maya, komentar dan dukungan kepadanya banyak bermunculan. Kebanyakan komentator itu merasa bahwa Hendri telah mewakili perasaan dan keinginan semua penonton dan pencinta sepakbola untuk melihat majunya persepakbolaan di tanah air. Hendri dianggap dapat mewakili keinginan semua pencinta sepak bola di Indonesia. Peristiwa ini sebetulnya memiliki nilai penting, apalagi PSSI baru saja menyelenggarakan Kongres di Bandung.<br />
Mari kita tinjau fenomena di atas sebagai hubungan antara konsumen-produsen. Bila Hendri menjadi wakil dari jutaan konsumen yang menikmati “produk” organisasi PSSI yaitu Kesebelasan Nasional Indonesia, bagaimana kita harus mencermatinya?<br />
<strong><br />
Hilangnya Kepercayaan</strong><br />
Dalam hubungan konsumen-produsen, keterlibatan konsumen pada saat ini sangat penting. Kini banyak perusahaan menyadari bahwa konsumen juga menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai bagi produk atau jasanya. Sehingga tidak heran jika fokus pada konsumen menjadi bagian dari strategi perusahaan. Mulai dari sekedar survey pengumpulan kebutuhan dan keinginan konsumen, membangun sebuah database konsumen, mengelola konsumen dengan <em>customer relationship management</em> (CRM), hingga menciptakan sebuah hubungan konsumen-produsen yang lebih intens lagi melalui <strong>relationship marketing</strong>.<br />
Membangun hubungan tentu tidak mudah. Selain dipengaruhi oleh lamanya jangka waktu, hubungan konsumen juga dibangun melalui tahapan-tahapan: kepuasan konsumen (<em>satisfaction</em>), yang kemudian menjadi kepercayaan konsumen (<em>trust</em>) dan dilanjutkan dengan komitmen konsumen (<em>commitment</em>) dan tentu pada ujungnya konsumen menjadi loyal (<em>loyalty</em>). “Konsumen” PSSI tentu memiliki rentang waktu hubungan yang panjang. Meski demikian rasa ketidakpuasan seperti yang direfleksikan oleh Hendri dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan pada perusahaan dalam hal ini adalah organisasi PSSI.<br />
Dalam praktek perusahaan swasta, banyak kemudian perusahaan yang mengubah strateginya, mengubah cara berpromosi, mengubah organisasi dan orang-orangnya, bahkan mengubah produknya karena memahami betul apa yang diinginkan konsumen. Dengan kata lain, perusahaan dengan sadar melakukan reformasi atas dirinya. Perusahaan tentu tidak ingin kehilangan kepercayaan konsumen karena bottom line dari akibatnya adalah menyusutnya pangsa pasar bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan. Bagaimana dengan PSSI?<br />
Memang PSSI bukanlah sebuah perusahaan dengan orientasi profit, barangkali lebih tepat disebut sebagai organisasi publik. Tetapi bila dikaji lebih mendalam, sebetulnya hasil akhir yang dituju jauh lebih besar, yaitu kebanggaan pada bangsa, nasionalisme, dan juga patriotisme. Oleh karenanya sangat wajar jika sorotan “konsumen” pada PSSI menjadi lebih besar. Konsumen ingin PSSI melakukan perubahan-perubahan, bahkan sudah lama didengung-dengungkan. konsumen tentu saja memiliki hak menuntut, apalagi dalam sebuah organisasi publik, tentu masyarakat menjadi bagian dari shareholder organisasi ini.</p>
<p><strong>Kapan Berubah?</strong></p>
<p>Melakukan perubahan (change) dalam sebuah organisasi tentu tidak mudah. Salah satu yang menjadi faktor penghambat perubahan adalah organizational inertia atau kelembaman organisasi, yaitu kondisi dimana organisasi menjadi lamban bahkan tidak bergerak karena banyaknya friksi dalam organisasi (Rumelt, 1995). Beberapa contoh friksi itu antara lain, terdistorsinya persepsi dalam organisasi ditandai dengan adanya semacam kecongkakkan dan penolakan terhadap ide atau persepsi baru atau yang berlawanan. Kemudian, tumpul dan tidak adanya motivasi salah satunya karena berada dalam suasana nyaman, misalnya karena terus mendapat subsidi. Friksi yang lain adalah kurangnya visi strategis sehingga mengakibatkan selalu membuat respons yang salah meski kreatif. <em>Deadlock</em> politis dalam organisasi juga mengakibatkan friksi dan inertia, baik politik antar bagian, kepercayaan yang mulai turun atau adanya kepentingan-kepentingan. Friksi juga muncul ketika segala sesuatunya menjadi sebuah rutinitas, masalah-masalah pada setiap kegiatan yang bersifat kolektif, tidak beranjaknya kepemimpinan, dan juga karena adanya <em>gap</em> kemampuan.<br />
Jika PSSI memiliki gejala-gejala tersebut, sudah jelas organisasi ini telah terkena <em>organizational inertia</em>. Memang kemudian membutuhkan banyak usaha bagi organisasi ini untuk berubah, juga keberanian dan kepemimpinan yang baru dan fresh. Tetapi hal ini bukanlah sesuatu yang tidak mungkin.<br />
Ketidakpuasan “konsumen” PSSI sudah banyak bermunculan, tinggal kemudian munculnya kehilangan kepercayaan. Setelah itu boleh jadi “konsumen” akan tidak peduli. Tentu jika hal ini terjadi, amat disayangkan dan menjadi kepedulian kita semua. Yang perlu diingat, sekarang memang era-nya konsumen ikut menentukan. Akan lebih bijaksana jika didengarkan bukan dilawan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdinagoro.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdinagoro.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdinagoro.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdinagoro.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdinagoro.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdinagoro.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdinagoro.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdinagoro.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdinagoro.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdinagoro.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdinagoro.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdinagoro.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdinagoro.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdinagoro.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=146&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdinagoro.wordpress.com/2010/02/23/konsumen-dan-reformasi-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b084f46ae0833b5cc833fb762ce3e30d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdinagoro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2010/02/logo20pssi.jpg?w=139" medium="image">
			<media:title type="html">Logo%20PSSI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana memesan SELIQUI?</title>
		<link>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/07/03/bagaimana-memesan-seliqui/</link>
		<comments>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/07/03/bagaimana-memesan-seliqui/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 07:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdinagoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Folding Bike]]></category>
		<category><![CDATA[SELIQUI]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Lipat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdinagoro.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Pemesanan dapat dimulai saat ini. Siakan hubungi M. Reza di SUI ph. 021-8778 2862 fax. 021-8778 0245 email: mailto_reza@sekawan-group.com, bram@sekawan-group.com Tata cara pemesanan: a. Silakan mengisi formulir pemesanan yang telah disediakan (bisa lewat email). b. Pembayaran Rp. 2.500.000,- dapat dilakukan dengan melakukan transfer ke rekening: BCA No. 4970 447 399 an. PT. Sekawan Utama International [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=139&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemesanan dapat dimulai saat ini. Siakan hubungi M. Reza di SUI ph. 021-8778 2862 fax. 021-8778 0245 email: mailto_reza@sekawan-group.com, bram@sekawan-group.com </p>
<p>Tata cara pemesanan:<br />
a. Silakan mengisi formulir pemesanan yang telah disediakan (bisa lewat email).<br />
b. Pembayaran Rp. 2.500.000,- dapat dilakukan dengan melakukan transfer ke rekening:<br />
 	BCA No. 4970 447 399 an. PT. Sekawan Utama International<br />
	BCA No. 421 243 1633 an. Sri Bramantoro Abdinagoro<br />
	Bank Mandiri No. 157-00-0062005-5 an. Sri Bramantoro Abdinagoro<br />
c. Fax atau email formulir pemesanan dan bukti transfer ke 021-8778 0245<br />
d. Nama dan alamat Anda akan kami catat. Silakan menunggu paling lambat 30 hari sejak formulir pemesanan kami terima.<br />
e. Kami akan memberitahu bila SELIQUI Anda telah siap kami antar.<br />
f. Maksimal 3 hari setelah pemberitahuan SELIQUI akan kami antar ke rumah/kantor Anda (khusus Jakarta).</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi kami kepada pemesan SELIQUI, 45 (empat puluh lima) pemesan pertama SELIQUI akan mendapat <strong>Certificate of Origin and Appreciation </strong>yang ditandatangani oleh Dekan FTUI. Sertifikat ini merupakan penghargaan kepada para pemesan SELIQUI karena telah membantu mendorong terciptanya <em>technopreneur</em> di lingkungan Fakultas Teknik khususnya dan di Universitas Indonesia pada umumnya. Sertifikat dan SELIQUI (20 buah) akan diserahkan pada puncak ulang tahun FTUI ke-45 di Depok. </p>
<p>Keterangan dan informasi lebih lanjut:<br />
M. Reza – SUI	ph. 8778 2862 hp. 0856 787 9984<br />
Bram – SUI	hp. 0815 910 4502</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdinagoro.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdinagoro.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdinagoro.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdinagoro.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdinagoro.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdinagoro.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdinagoro.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdinagoro.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdinagoro.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdinagoro.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdinagoro.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdinagoro.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdinagoro.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdinagoro.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=139&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/07/03/bagaimana-memesan-seliqui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b084f46ae0833b5cc833fb762ce3e30d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdinagoro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SELIQUI Specification</title>
		<link>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/06/27/seliqui-specification/</link>
		<comments>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/06/27/seliqui-specification/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 06:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdinagoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Folding Bike]]></category>
		<category><![CDATA[SELIQUI. Universitas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Lipat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdinagoro.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[General Folded Size 31 x 74 x 80 cm Max Rider Weight 80 kg Suggested Rider Height 140 cm – 180 cm Frame and Fork Frame Steel ST 37, Hinge Double Lock (Extra Savety) Fork Common, Steel, Black Cockpit Handle fold designed, Hinge Double Lock (Extra Savety), Black Saddle United, Black Seatpost adjustable, steel Seatclamp [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=132&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://abdinagoro.wordpress.com/2009/06/27/seliqui-specification/dsc01726/' title='DSC01726'><img data-attachment-id='134' data-orig-size='1632,1224' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/06/dsc01726.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC01726" title="DSC01726" /></a>
<a href='http://abdinagoro.wordpress.com/2009/06/27/seliqui-specification/dsc01727/' title='DSC01727'><img data-attachment-id='135' data-orig-size='1632,1224' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/06/dsc01727.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC01727" title="DSC01727" /></a>
<a href='http://abdinagoro.wordpress.com/2009/06/27/seliqui-specification/dsc01730/' title='DSC01730'><img data-attachment-id='136' data-orig-size='1632,1224' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/06/dsc01730.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC01730" title="DSC01730" /></a>

<p>General	Folded Size                        31  x  74  x  80 cm<br />
	Max Rider Weight	             80 kg<br />
	Suggested Rider Height	140 cm – 180 cm</p>
<p>Frame and Fork	Frame	Steel ST 37, Hinge Double Lock (Extra Savety)<br />
	Fork	Common, Steel, Black </p>
<p>Cockpit	Handle	fold designed, Hinge Double Lock (Extra Savety), Black<br />
	Saddle	United, Black<br />
	Seatpost	adjustable, steel<br />
	Seatclamp	steel, Black</p>
<p>Brakes	Front and Rear	V-Brake, Black</p>
<p>Wheels	Hub	United, Alluminum Alloy, Black<br />
	Spokes	Stainlesssteel<br />
	Rims	Aluminum, 20”<br />
	Tires	Kenda, Black</p>
<p>Transmission Derailleur	Shimano Tourney RD<br />
	Freewheel	Shimano 6 speed<br />
	Pedals	             Folding (spring), Black</p>
<p>Extras	Kickstand	side stand, Black<br />
	Paint	Powder Coating, 3 Color: Yellow, Blue, and Black<br />
	Limited Edition		Engineering Faculty 45th Anniversary,<br />
		                         Certificate of Originality<br />
		                         signed by Dean of Engineering Faculty </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdinagoro.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdinagoro.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdinagoro.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdinagoro.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdinagoro.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdinagoro.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdinagoro.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdinagoro.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdinagoro.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdinagoro.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdinagoro.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdinagoro.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdinagoro.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdinagoro.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=132&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/06/27/seliqui-specification/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b084f46ae0833b5cc833fb762ce3e30d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdinagoro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/06/dsc01726.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01726</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/06/dsc01727.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01727</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/06/dsc01730.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01730</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SELIQUI</title>
		<link>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/06/27/seliqui/</link>
		<comments>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/06/27/seliqui/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 06:23:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdinagoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Folding Bike]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Lipat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdinagoro.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Pada akhirnya, misi membawa sebuah hasil penelitian Perguruan Tinggi (baca: Fakultas Teknik Universitas Indonesia) ke pasar (level komersial) terwujud kembali. Setelah Inkubator Bayi (Infant Incubator) hasil riset dibawah Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA. yang berhasil dipasarkan sejak 2006, kini sepeda lipat (seli) hasil riset di bawah Ir. Hendri DS. Budiono, M.Eng. Tidak mudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=122&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<a href='http://abdinagoro.wordpress.com/2009/06/27/seliqui/dsc01759/' title='DSC01759'><img data-attachment-id='125' data-orig-size='1632,1224' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/06/dsc01759.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC01759" title="DSC01759" /></a>
<a href='http://abdinagoro.wordpress.com/2009/06/27/seliqui/dsc01754/' title='DSC01754'><img data-attachment-id='124' data-orig-size='1632,1224' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/06/dsc01754.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC01754" title="DSC01754" /></a>
<a href='http://abdinagoro.wordpress.com/2009/06/27/seliqui/dsc01725/' title='DSC01725'><img data-attachment-id='123' data-orig-size='1632,1224' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/06/dsc01725.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC01725" title="DSC01725" /></a>
<br />
Pada akhirnya, misi membawa sebuah hasil penelitian Perguruan Tinggi (baca: Fakultas Teknik Universitas Indonesia) ke pasar (level komersial) terwujud kembali. Setelah <strong>Inkubator Bayi (<em>Infant Incubator</em>) </strong>hasil riset dibawah Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA. yang berhasil dipasarkan sejak 2006, kini <strong>sepeda lipat (seli)</strong> hasil riset di bawah Ir. Hendri DS. Budiono, M.Eng. Tidak mudah memang, tetapi ada kepuasan tersendiri melakukannya. </p>
<p>Sepeda Lipat ini berbeda dengan yang lain pada sisi cara melipatnya. Bukan kah itu asal-usul namanya? Cara melipatnya sudah menghasilkan beberapa orang Magister Teknik (MT) dan Sarjana Teknik (ST). Jadi Anda pasti tahu, bagaimana prosesnya hingga sampai ke pasaran seperti sekarang. <em>Prototype</em>-nya sudah masuk laboratorium uji konstruksi di LUK Serpong, lalu masuk laboratorium Ergonomik di Departemen Teknik Industri, minta masukan dari teman-teman Arsitektur (karena beliau-beliau ini paling paham soal estetika), juga teman-teman yang paham sepeda lipat dari komunitas seli. Meski nanti akan disempurnakan lagi, tetapi yang dipasarkan sudah final. </p>
<p>Mereknya <strong>SELIQUI</strong>. Dari kata SEpeda LIpat, dan untuk menandakan tempat lahirnya maka dibelakangnya ditambahkan QUI, bisa disebut KUning UI atau KUning I (ai, saya, bhs Inggris). Yang beredar sekarang adalah type Urban 1.2. Urban karena pengguna seli umumnya kaum Urban, dan 2 angka di belakang, itulah versi pengembangannya. </p>
<p>Berapa harganya? <strong>2,5 juta perak saja! </strong>Tidak mahal, kalau dilihat spesifikasinya. Lagi pula, dengan membeli SELIQUI ini, berarti pembeli juga mendorong pengembangan Technopreneur di Perguruan Tinggi, khususnya FTUI, serta mendorong penggunaan produk dalam negeri alias ASELI INDONESIA. Empat hari ini SELIQUI nampang di acara PEKAN PRODUK KREATIF INDONESIA 2009 (PPKI 2009) di Jakarta Convention Center di Senayan. Ternyata banyak juga yang mulai pesan. Alhamdulillah! </p>
<p>Launching sebenarnya akan dilakukan pada Ulang Tahun FTUI ke 45 tanggal 17 Juli nanti. Jadi kami sepakat untuk membuat yang Limited Edition 45 buah. Untuk pembeli versi Limited Edition, kami memberi penghargaan berupa <strong>Certificate of Originality and Appreciation </strong>sebagai bukti keaslian SELIQUI yang dipakai dan apresiasi karena telah mendorong technopreneur di FTUI. Pak Dekan FTUI akan membubuhi tandatangannya. Penyerahan direncanakan dilakukan pada acara ultah tersebut pada tanggal 18 Juli. </p>
<p>So… silakan dipesan dan dicoba… karena Limited… ya siapa cepat dia yang dapat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdinagoro.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdinagoro.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdinagoro.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdinagoro.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdinagoro.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdinagoro.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdinagoro.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdinagoro.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdinagoro.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdinagoro.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdinagoro.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdinagoro.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdinagoro.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdinagoro.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=122&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/06/27/seliqui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b084f46ae0833b5cc833fb762ce3e30d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdinagoro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/06/dsc01759.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01759</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/06/dsc01754.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01754</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/06/dsc01725.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01725</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menebak Perilaku Pemilih Kita</title>
		<link>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/03/15/menebak-perilaku-pemilih-kita/</link>
		<comments>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/03/15/menebak-perilaku-pemilih-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 19:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdinagoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Behavior]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic Management]]></category>
		<category><![CDATA[emotional voter]]></category>
		<category><![CDATA[inpulsive buyer]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[parpol]]></category>
		<category><![CDATA[pemilih]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[product involvement]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdinagoro.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Sembilan April mendatang, semua rakyat Indonesia diberi kesempatan untuk memilih para wakilnya di DPRD/DPR dan DPD. Persiapan menyambut hari tersebut sudah banyak dilakukan baik oleh KPU, partai politik maupun kandidat calon-calon anggota legislatif. Sudah hampir setahun ini, masyarakat disodorkan begitu banyak gambar, poster, iklan yang mengajak mereka untuk memilihnya, dan satu bulan terakhir ini kegiatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=117&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-116" title="atribut-pemilu" src="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/03/atribut-pemilu.jpg?w=460" alt="atribut-pemilu"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Sembilan April mendatang, semua rakyat Indonesia diberi kesempatan untuk memilih para wakilnya di DPRD/DPR dan DPD. Persiapan menyambut hari tersebut sudah banyak dilakukan baik oleh KPU, partai politik maupun kandidat calon-calon anggota legislatif. Sudah hampir setahun ini, masyarakat disodorkan begitu banyak gambar, poster, iklan yang mengajak mereka untuk memilihnya, dan satu bulan terakhir ini kegiatan promosi dari berbagai media ini menjadi semakin gencar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Yang menarik dan menjadi perhatian bersama adalah masyarakat dihadapi oleh pilihan yang banyak. Jumlah parpol yang ikut dalam Pemilu kali ini banyaknya 38. Ditambah dengan aturan baru suara terbanyak, maka pilihan masyarakat juga sesuai dengan jumlah calegnya. JIka dihitung dalam satu daerah pilihan, bisa sampai puluhan juga. Bagaimana masyarakat memilih?</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><strong><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong>Tinjauan Perilaku Pembeli</strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Masyarakat sebetulnya akan menghadapi hal yang biasa ditemui dan dilakukan sehari-hari, yaitu mengambil keputusan untuk memilih sesuatu, bisa barang atau jasa. Hanya saja tentu ada perbedaan yang mendasar bagi masyarakat dalam memilih kali ini. Ada tiga hal berbeda dibanding aktivitas memilih biasa yang dapat mempengaruhi keputusan pemilih saat itu, yaitu <strong>pertama </strong>jumlah produk atau pilihan sangat banyak dan boleh jadi sebagian besar tidak mengenal produk atau pilihannya, <strong>kedua, </strong>tidak seperti pembeli pada umumnya, pemilih yang berperilaku sebagai pembeli akan mengambil keputusan memilih (atau membeli) dalam kurun waktu yang singkat -sehari- dan dilakukan bersamaan dengan pemilih atau pembeli lain, dan <strong>ketiga, </strong>pemilih tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk menentukan pilihannya dan tidak secara langsung mendapatkan manfaat atas pilihannya itu sehingga tidak ada tuntutan produk harus bagus dan konsumen merasa terpuaskan. Pendekatan terhadap perilaku pembeli (<em>buyer behavior</em>) terhadap pemilih barangkali bisa dijadikan alat untuk memprediksi bagaimana pemilih nanti memutuskan pilihannya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Dengan menggunakan matriks, setiap pemilih dihadapkan pada banyak pilihan sejalan dengan banyaknya kandidat dan parpol peserta Pemilu. Setidaknya ada 5 kelompok besar kondisi memilih yang juga dapat merefleksikan peta persaingan yang ada yaitu, (1) memilih caleg dari parpol yang sama, atau (2) memilih caleg dari parpol berbeda. Dan pada kondisi dimana pemilih kurang mengenal calegnya maka pemilih akan dihadapkan pada kondisi untuk memilih caleg atau parpol, dengan alternatif (3) memilih antara caleg A dan parpol A, artinya berdasar asal yang sama, (4) memilih antara caleg A dengan parpol B, artinya berdasar asal berbeda, dan (5) memilih parpol.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Yang dihadapi pemilih nanti adalah produk berupa parpol dan caleg dengan pilihan yang banyak dan tingkat pengetahuan pemilih terhadap produk tersebut juga bervariasi. Sebagian besar diperkirakan tidak mengetahui dan memahami pilihan calegnya, akibatnya <em>product involvement </em>pemilih terhadap caleg menjadi minim. Padahal <em>product involvement </em>merupakan hal penting dalam proses pengambilan keputusan dan perilaku pembelian konsumen. Dalam kondisi dimana pemilih menimbang antara caleg versus parpol, <em>product involvement </em>pemilih pada parpol diperkirakan akan lebih tinggi karena lebih mudah diingat, apalagi pada parpol-parpol lama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kondisi pemilih yang dibatasi waktu yang singkat yaitu sehari dan dilakukan secara bersama-sama, juga mempengaruhi pemilih. Pemilih cenderung akan menjadi seorang <em>impulsive buyer </em>yaitu seorang yang membeli atau memilih secara tidak berencana dan tanpa melakukan evaluasi yang mendalam, atau bisa jadi karena ikut-ikutan pada membeli atau memilih yang lain. Penyebab <em>impulsive buyer </em>juga diakibatkan karena pengetahuan yang rendah terhadap produk yang akan dipilihnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dengan demikian dapat ditebak ada beberapa perilaku pemilih yang akan terjadi pada saat hari pemilihan nanti. <strong>Pertama, </strong>ada kecenderungan pemilih akan memilih atau mencontreng parpol dibanding caleg karena <em>product involvement </em>pada parpol lebih tinggi dibanding caleg. <strong>Kedua, </strong>parpol lama akan lebih dikenali sehingga diperkirakan akan tetap mendapatkan suara yang signifikan dibanding parpol baru. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong>Waktu Yang Menentukan</strong> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Waktu yang tersisa memang tinggal sedikit. Tentu masih banyak yang dapat dilakukan oleh para caleg untuk berusaha lebih keras lagi untuk meyakinkan pemilih. Para caleg harus mampu “menjual” dirinya dan mampu lebih memberi kesan bagi pemilihnya, artinya <em>product involvement </em>dinaikkan. Banyak cara untuk melakukannya, menggunakan pendekatan emosional bisa jadi lebih efektif karena pada umumnya masyarakat adalah pemilih yang emosional (<em>emotional voter</em>). <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><em>DImuat di Harian KONTAN (dengan diedit), 12 Maret 2009</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><em></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdinagoro.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdinagoro.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdinagoro.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdinagoro.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdinagoro.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdinagoro.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdinagoro.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdinagoro.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdinagoro.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdinagoro.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdinagoro.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdinagoro.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdinagoro.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdinagoro.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=117&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/03/15/menebak-perilaku-pemilih-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b084f46ae0833b5cc833fb762ce3e30d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdinagoro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/03/atribut-pemilu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">atribut-pemilu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenderal Nagabonar atawa Haji Romlie atawa Bang Jack Nyapres..</title>
		<link>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/03/03/jenderal-nagabonar-atawa-haji-romlie-atawa-bang-jack-nyapres/</link>
		<comments>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/03/03/jenderal-nagabonar-atawa-haji-romlie-atawa-bang-jack-nyapres/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 02:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdinagoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh Akhir Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[bang jack]]></category>
		<category><![CDATA[capres]]></category>
		<category><![CDATA[deddy mizwar]]></category>
		<category><![CDATA[haji romlie]]></category>
		<category><![CDATA[jenderal nagabonar]]></category>
		<category><![CDATA[moral]]></category>
		<category><![CDATA[sinetron]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdinagoro.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Pemilu 2009 memang sudah waktunya mulai “panas”. Walaupun tahapannya baru pada sampai pemilu legislatif, tetapi calon presiden alias capres sudah juga diributkan. Maka bermunculan lah nama capres-capres, mulai yang sekarang jadi presiden, lalu ada mantan presiden, ada juga yang pemilu lalu juga jadi capres sekarang nyapres lagi, dan tentu saja ada muka-muka baru.  Nah, di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=108&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><img class="alignleft size-full wp-image-109" title="nagabonar2" src="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/03/nagabonar2.jpg?w=460" alt="nagabonar2"   />Pemilu 2009 memang sudah waktunya mulai “panas”. Walaupun tahapannya baru pada sampai pemilu legislatif, tetapi calon presiden alias capres sudah juga diributkan. Maka bermunculan lah nama capres-capres, mulai yang sekarang jadi presiden, lalu ada mantan presiden, ada juga yang pemilu lalu juga jadi capres sekarang <em>nyapres </em>lagi, dan tentu saja ada muka-muka baru.<span>  </span>Nah, di antara muka baru, muncul si Jendral Nagabonar alias Deddy Mizwar yang <em>ikutan </em>jadi capres. Yang ini jadi catatan mingguan saya kali ini, karena jadi diskusi yang panjang dan seru di rumah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengenai kepopuleran dan ketokohan Deddy Mizwar, sudah barang tentu tidak perlu ditanya lagi. Siapa tidak kenal beliau? Bintang filem atau aktor yang menyabet sekian banyak penghargaan. Kepopuleran dan ketokohan tentu bisa untuk menjadi sebagian modal buat <em>nyapres. </em>Tetapi sebagian besar <em>orang rumah</em> malah menanyakan dan menyayangkan beliau ikut <em>nyapres. </em>Jadilah saya menyelami benak pikiran <em>orang rumah</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong>Antara Simbol dan Hak Konstitusi</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya dan <em>orang rumah </em>memang bersepakat bahwa peran yang dibawakan Deddy Mizwar luar biasa mewarnai dan menyisakan sesuatu pada kepala penonton filem atau sinetron setiap kali menontonnya. Siapa yang tidak bangkit rasa nasionalismenya ketika menonton Jenderal Nagabonar beraksi? Dan tentu kita menarik banyak nilai-nilai positif seperti kejujuran, kesederhanaan, religiusitas pada Mat Angin, pada Haji Romlie di Kiamat Sudah Dekat, dan Bang Jack pada Para Pencari Tuhan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nilai-nilai itu dan masih banyak hal positif lainnya, masuk menyerap di kepala dan hati kita dengan <em>enak, </em>baik secara sadar maupun tidak. Tanpa harus merasa digurui, karena kadang dikemas dalam humor yang cerdas. Pada akhirnya, sosok Mat Angin, Haji Romlie dan Bang Jack menjadi semacam simbol panutan dan penjaga moral kita. Sehingga tidak salah juga ketika sosok Deddy Mizwar pun akibatnya ikut menjadi sosok dan simbol penjaga moral penyejuk hati. Simbol ini bukan membesar-besarkan atau <em>ketinggian, </em>tapi memang itu yang dirasakan. Maka ketika Deddy Mizwar <em>nyapres, </em>pertanyaan pun muncul. <em>Lha </em>kalau yang menjaga moral ikut turun gelanggang, siapa <em>dong </em>yang berperan menjadi penjaga moral? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tentu saja, kita tidak bisa membelenggu Deddy Mizwar untuk tidak <em>nyapres. </em>Kita harus menghargai hak konstitusi beliau untuk dipilih. Barangkali, beliau merasa sempit jika hanya memperjuangkan moral di level sinetron atau filem. Dengan jadi presiden, boleh jadi medan pertempuran menjadi lebih luas, juga dengan lewat media struktural mungkin perjuangannya jadi lebih efektif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Ah, tapi seberapa efektif? Tidak ada yang pasti apakah lewat struktural lebih baik dibanding dengan lewat informal. Bukannya sruktural dapat dimaknai macam-macam? Jangan-jangan tarikan syahwat kekuasaan jadi lebih besar, sehingga dinilai menjadi tidak netral lagi alias membawa kepentingan-kepentingan tertentu. <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:6pt 0 0;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong>Episode Baru</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya bisa membayangkan kalau Haji Romlie atau Bang Jack diminta jadi penjaga moral, dia akan menjawab, “<em>Emang cuman gue doang yang jagain moral lu-lu pada? Banyak panggede-panggede atau orang laen yang lebih tinggi pangkatnye yang bisa lu minta buat njagain lu. Gue mah terlalu kecil buat yang kayak begituan</em>”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tapi nama Deddy Mizwar atau Jenderal Nagabonar atau Haji Romlie atau Bang Jack terlanjur sudah besar dan jadi simbol. Itu juga yang kita harap beliau juga pahami. Atau jangan-jangan beliau sedang membuat “menguji”<em> </em>moral kita dengan membuat “sinetron” episode baru?</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdinagoro.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdinagoro.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdinagoro.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdinagoro.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdinagoro.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdinagoro.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdinagoro.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdinagoro.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdinagoro.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdinagoro.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdinagoro.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdinagoro.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdinagoro.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdinagoro.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=108&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/03/03/jenderal-nagabonar-atawa-haji-romlie-atawa-bang-jack-nyapres/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b084f46ae0833b5cc833fb762ce3e30d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdinagoro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/03/nagabonar2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nagabonar2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Scolari, Bankir dan Reputasi</title>
		<link>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/02/24/scolari-bankir-dan-reputasi/</link>
		<comments>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/02/24/scolari-bankir-dan-reputasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 13:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abdinagoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[integritas]]></category>
		<category><![CDATA[kompetensi]]></category>
		<category><![CDATA[konsistensi]]></category>
		<category><![CDATA[reputasi]]></category>
		<category><![CDATA[scolari]]></category>
		<category><![CDATA[trust]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdinagoro.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Bulan ini ada beberapa peristiwa penting terkait dengan sepak terjang dan apa yang dialami  seorang eksekutif atau pemimpin yang kemungkinan besar akan mempengaruhi reputasinya. Yang pertama adalah beberapa orang eksekutif perbankan dari bank ternama di Amerika yang dengan sadar tetap mendapatkan bonus akhir tahun meski tahu perusahaannya mendapat suntikan dana bantuan dari pemerintah akibat krisis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=96&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><img class="alignleft size-full wp-image-95" title="scolari1" src="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/02/scolari1.jpg?w=460" alt="scolari1"   />Bulan ini ada beberapa peristiwa penting terkait dengan sepak terjang dan apa yang dialami<span>  </span>seorang eksekutif atau pemimpin yang kemungkinan besar akan mempengaruhi reputasinya. Yang pertama adalah beberapa orang eksekutif perbankan dari bank ternama di Amerika yang dengan sadar tetap mendapatkan bonus akhir tahun meski tahu perusahaannya mendapat suntikan dana bantuan dari pemerintah akibat krisis keuangan global. Yang kedua adalah Luiz Felipe Scolari, pelatih klub sepak bola Chelsea yang baru saja dipecat oleh pemilik klub meski dia seorang pelatih yang dikenal mampu membuat Brazil menjadi juara sepak bola dunia dan Portugal menjadi juara Eropa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Keduanya bagi publik tentu bukan sosok yang asing. Nama bank dan nama kesebelasan yang dipimpinnya sudah sangat dikenal, begitu juga dengan personal pemimpin tersebut. Bankir tersebut tentu sudah melewati prestasi yang bagus hingga mampu menduduki kursi kepemimpinan di bank ternama. Begitu juga dengan Scolari, <em>track record-</em>nya di kancah persepakbolaan tingkat dunia juga memiliki prestasi yang luar biasa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hanya saja, sepak terjang para bankir itu rasanya melukai nilai kepatutan yang ada. Bagaimana mungkin mereka berperilaku seperti itu? Sedangkan bagi Scolari, pemecatan itu menambah catatan kurang mengesankan bagi prestasinya. Ujung-ujungnya, peristiwa kedua pemimpin dan eksekutif itu menjadikan reputasinya berpotensi buruk. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong>Membangun Reputasi</strong> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Reputasi merupakan asosiasi publik terhadap seseorang, dalam bahasa sederhana, apa yang publik nilai dan katakan terhadap seseorang. Umumnya reputasi dibangun dan dicapai pada suatu masa yang cukup panjang, karenanya reputasi bukanlah merupakan prestasi sesaat. Pendorong utama reputasi adalah pengalaman dan pencapaian dari hari-ke-hari, terutama pada realisasi bentuk janji-janji yang telah dicanangkan. Oleh karenanya, publik memiliki ekspektasi terhadap janji tersebut, dan penilaian mereka datang dari seberapa konsisten janji-janji itu terealisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Publik, terutama konsumen, tentu berharap para eksekutif perbankan mampu mengatasi dan membantu mereka dalam mengatasi krisis keuangan yang dihadapi, seperti yang ditulis dalam laporan tahunan. Publik, terutama penggemar dan <em>supporter</em> kesebelasan Chelsea, juga berhadap masuknya <em>Big Phil </em>mampu mendongkrak prestasi Chelsea, seperti yang ditunjukkan reputasinya dalam mengelola sebuah kesebelasan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tapi apa daya, peristiwa di atas, seakan-akan menghentikan prestasi dan reputasi yang telah ada sebelumnya. Meski pencapaian secara personal dari segi finansial cukup besar, Scolari misalnya diperkirakan mendapat kompensasi senilai 240 milyar rupiah, tetapi tetap saja telah terstempel kata pemecatan. Apakah reputasinya menjadi berkurang bahkan cacat? Boleh jadi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong>Reputasi dan Masa Depan</strong><span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Dalam bukunya, <em>Trust</em>, Rita C O’Brien menyebut setidaknya ada tiga komponen yang menjadi dasar sebuah reputasi, yaitu: kompetensi, konsistensi dan integritas. Kompetensi merupakan reputasi yang didapat dari pengetahuan, pengalaman dan kemampuan seseorang yang terus terakumulasi. Konsistensi dan integritas menjadi dasar atas sebuah kepercayaan -<em>trust</em>- antara seseorang dengan publik. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Meski reputasi dapat dibangun melalui program-program <em>public relation </em>atau kehumasan, tetapi hal itu bukan menjadi yang utama, karena pada dasarnya kompetensi, konsistensi dan integritas personal lah yang memegang peran. Selain itu, bisa saja media <em>pe-er</em> seperti media massa malah berperan sebaliknya yaitu dengan memberitakan hal-hal buruk sehingga reputasi bisa terganggu. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Dua kasus di atas bisa saja akan berakibat berbeda pada reputasi masing-masing. Para bankir tentu akan memiliki reputasi lebih buruk dibanding Scolari. Hal yang paling dilanggar para bankir itu dalam menjaga reputasinya adalah integritas. Padahal kita tahu, integritas adalah kekuatan moral atau prinsip, kebenaran dan kejujuran. Para bankir dalam penilaian publik sudah tidak patut menerima bonus besar sementara publik dalam kondisi menderita. Sedangkan Scolari boleh jadi akan memiliki reputasi yang lebih baik, karena tidak melanggar integritas. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Arah masa depan keduanya tentu juga akan berbeda. Siapa yang percaya dan mau merekrut bankir dengan perilaku seperti itu? Berbeda dengan Scolari yang dapat diperkirakan tidak akan lama menganggur. O’Brien juga menyebut bahwa kepercayaan -<em>trust-</em> dibangun berdasarkan reputasi. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Sebentar lagi, kita pun akan memilih orang-orang yang menjadi wakil kita di DPRD, DPR maupun pemimpin negara ini untuk masa 5 tahun ke depan. Seberapakah kita menilai reputasi mereka? </span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdinagoro.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdinagoro.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdinagoro.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdinagoro.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdinagoro.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdinagoro.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdinagoro.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdinagoro.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdinagoro.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdinagoro.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdinagoro.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdinagoro.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdinagoro.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdinagoro.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdinagoro.wordpress.com&amp;blog=2225752&amp;post=96&amp;subd=abdinagoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdinagoro.wordpress.com/2009/02/24/scolari-bankir-dan-reputasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b084f46ae0833b5cc833fb762ce3e30d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdinagoro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdinagoro.files.wordpress.com/2009/02/scolari1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">scolari1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
